Title

Pemanfaatan Energi Angin pada Bangunan Tinggi Studi Kasus: Kampus Bina Nusantara, Alam Sutera

Abstract
Untuk mengurangi emis gas rumah kaca (GRK), bangunan harus berupaya untuk mulai mengurangi mengkonsumsi energy yang mempergunakan bahan bakar fosil, dan melakukan tindakan untuk mempergunakan energi yang bersih clean energi, seperti energy angin. Bangunan tinggi memiliki potensi angin yang memiliki kecepatan yang cukup bagi energy angin, namun demikian lingkungan terbangun merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap kondisi dan karakter angin tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi energi angin pada bangunan tinggi di bangunan tinggi di kawasan sub urban Alam Sutera, pada iklim tropis lembab. Permasalahan di fokuskan pada ketinggian bangunan dan kondisi lingkungan terbangun dan potensi energy yang dapat dicapai. Metode penelitian yang akan digunakan adalah metode penelitian kuantitatif. Dengan data variable yang diperoleh dari pengukuran lapangan dan data angin dari BMKG. Studi kasus dimaksudkan untuk meminimalkan area sasaran dan focus pada aplikasi nya. Stusi kasus Kampus Bina Nusantara University di Alam Sutera sebagai tipologi bangunan tinggi di sub urban Jakarta. Kawasan lingkungan terbangun di wilayah sub urban dengan shear koefisien 0,460399 memiliki potensi energi sebesar 244.000 kWh/tahun pada kecepatan angin 15 mph atau 7 m/det dengan BUWT pada ketinggian hub +125 - 160 meter. Kawasan Alam Sutera, sebagai zona KKOP dengan pembatasan ketinggian bangunan hingga + 130 meter, memiliki potensi energy sebesar 42,000 100.000 kwH/tahun dengan desain lay out HAWT 10kW dan 100 kW single mounted. Dan 58.158 kWh / tahun mini VAWT clustered. BUWT pada lingkungan terbangun di kawasan sub urban Alam Sutera adalah di atas atap / roof mounted, untuk mendapatkan ketinggian hub rotor yang maksimal. Dengan potensi energy yang tersedia, penggantian energy maksimal hanya mencapai 4% dari konsumsi energy bangunan tower Binus University. Penggunaan clean energy dapat diterapkan dengan skim subsidi silang yaitu dengan mengekspor untuk penggunaan energy bangunan asrama Universitas Bina Nusantara. Yaitu untuk mengantikan 8% penggunaan dengan turbin angin 10 kW atau 30% dengan turbin 100 kW. Berdasarkan referensi dari studi kasus diperoleh kenyataan bahwa energy yang diproduksi selalu berada dibawah potensi energy yang dihitung. Hal ini terkait kondisi perilaku angin di lingkungan terbangun yang bervariasi, sulit diprediksi.
Keywords
Energi angin, Clean energy, pemanfaatan potensi angin Bangunan Tinggi
Source of Fund
Hibah BINUS
Funding Institution
BINUS
Fund
Rp.8.000.000,00
Contract Number
044.A/VR.RTT/V/2015
Author(s)
  • Ir. Michael Tedja, M.T.

    Ir. Michael Tedja, M.T.

  • Dr. Ir. John Fredy Bobby Saragih, M.Si.

    Dr. Ir. John Fredy Bobby Saragih, M.Si.

  • Vivien Himmayani, S.T., M.T.

    Vivien Himmayani, S.T., M.T.